Home / Akhlak / Tanah Gersang
wispas_wallpapers_pack_015-01

Tanah Gersang

Dalam hubungan-hubungan yang kita jalin di kehidupan,
setiap orang adalah guru bagi kita.
Ya, setiap orang. Siapapun mereka. Yang baik, juga yang
jahat. Betapapun yang mereka berikan pada kita selama
ini hanyalah luka, rasa sakit, kepedihan, dan aniaya,
mereka tetaplah guru-guru kita. Bukan karena mereka
orang-orang yang bijaksana. Melainkan karena kitalah
yang sedang belajar untuk menjadi bijaksana.
Mereka mungkin tanah gersang. Dan kitalah murid yang
belajar untuk menjadi bijaksana. Kita belajar untuk
menjadi embun pada paginya, awan teduh bagi siangnya,
dan rembulan yang menghias malamnya.
Tetapi barangkali, kita justru adalah tanah yang paling
gersang. Lebih gersang dari sawah yang kerontang. Lebih
cengkar dari lahan kering di kemarau yang panjang. Lebih
tandus dari padang rumput yang terbakar dan hangus.
Maka bagi kita sang tanah gersang, selalu ada kesempatan
menjadi murid yang bijaksana.
Seperti matahari yang tak hendak dekat-dekat bumi
karena khawatir nyalanya bisa memusnahkan kehidupan.
Seperti gunung api yang lahar panasnya kelak menjelma
lahan subur, sejuk menghijau berwujud hutan.
Dan seperti batu cadas yang memberi kesempatan lumut
untuk tumbuh di permukaannya. Dia izinkan sang lumut
menghancurkan tubuhnya, melembutkan kekerasannya.
Demi terciptanya butir-butir tanah. Demi tersedianya
unsur hara agar pepohonan berbuah.

Salim A Fillah – Dalam Dekapan Ukhuwah

About KMM FT UNY

Lembaga Dakwah Fakultas Teknik Universitas Negeri Yogyakarta , Sekretariat : Gedung PKM FT UNY Lt. 3 Sayap Barat, Kampus UNY Karang Malang, Yogyakarta

Fatal error: Uncaught Exception: 190: Error validating application. Application has been deleted. (190) thrown in /home/kmmuny/public_html/wp-content/plugins/seo-facebook-comments/facebook/base_facebook.php on line 1273