Home / Artikel / Indahnya Ramah

Indahnya Ramah

Bismillahirrahmanirrahim…

Sahabat, pernahkan kita melihat seseorang yang berwajah ceria, yang bila kita bercengkrama dengannya, kita bisa tahan berjam-jam bahkan sampai lupa waktu. Bagaimanakah perasaan kita?.. Kita mungkin pernah juga bertemu dengan seseorang yang judesnya minta ampun, diajak senyum saja tidak mau. Bagaimanakah perasaan kita? coba dibandingkan dengan contoh sebelumnya.. Bahkan, tak jarang juga kita tidak ramah terhadap orang lain, bermuram durja, tanpa senyuman.. Dan pasti, orang lain takkan suka bertemu dengan kita, apalagi melihat bahkan bercengkrama dengan kita. Oleh sebab itu, kita perlu menjadi seseorang yang ramah. Kenapa sih?

Penasaran? Yuk, kita cermati bersama point-point di bawah ini… 🙂 🙂

1. Ramah, sikap orang terhormat dan mulia.

Seperti sikap nabi dan rosul, serta orang-orang bijak. Akhlak mulianya memancarkan keramahan. Baik dari segi tutur kata yang santun, wajah yang jernih serta sikap yang arif dan bijak. Siapapun yang yang bergaul akrab dengan mereka, akan merasakan suasana aman dan menyenangkan. Bahkan ketika berpisah pun akan menimbulkan kerinduan untuk berjumpa kembali.

2. Ramah itu indah

Secantik apapun atau setampan apapun seseorang, jika termasuk orang yang judes, ketus, pemarah, suka cemberut, pasti akan hilang segala keindahan fisiknya. Kita juga tidak perlu berpenampilan luar biasa layaknya artis, bermake-up tebal, berpakaian keren, ataupun beratribut mewah untuk Nampak indah. Karena keindahan yang hakiki terletak pada hati yang bersih. Salah satuya dengan menjadi orang yang selalu tampil ramah, sopan, dan tulus.

3.Ramah itu menyenangkan

Keramahan itu sangat menyenangkan. Tak hanya bagi orang lain yang melihatnya, tapi terutama bagi diri sendiri. Apalagi jika orang lain membalas keramahan kita, tentu semua itu akan menjadi tambahan energi dalam menghadapi persoalan yang meghadang.

4. Ramah itu sehat

Kalau kita membaca riwayat Nabi Muhammad Saw, ternyata sepanjang hayatnya, hanya 2 kali beliau menderita sakit. Padahal beban masalah dan persoalan yang dipikulnya amat berat dan dahsyat. Para peneliti mencoba mencari kuncinya. Dan ternyata di antara kunci-kunci penting selain keyakinan kokoh dan mendalam kepada Allah swt adalah ibadah yang istiqomah, kebeningan hati yang selalu terjaga, melimpahnya kasih saying kepada rang lain, selalu ingin membahagiakan orang, menyenangkan, menyelamatkan, menuntun sesama manusia sehingga luapan kasing sayang itu akan terpancar dari kejernihan wajah, senyum tulus, sapaan penuh rasa hormat, sikap dan tutur kata yang sangat ramah.

5.  Ramah pembuka pintu rezeki

Alkisah, ada seorang pedagang kecil yang mempunyai kios mini, letaknya agak masuk ke dalam pasar(kurang strategis). Namun, tak seharipun kios tersebut sepi dari pembeli. Sehingga omzetnya pun melebihi kios yang lebih mewah dan lengkap. Dan tentu saja, rezekinya pun lebih melimpah. Ingin tau rahasianya?

Ternyata pedagang ini sangat terkenal dengan kejujuran dan keramahannya. Ia selalu memperlakukan pembelinya dengan baik. Ia tak pernah mengeluh ataupun berkata kasar jika pembeli hanya bertanya dan tidak jadi membeli. Karena ternyata, keuntungan bagi dirinya bukanlah dari untung jualannya, melainkan kebahagiaan bagi para pelanggannya yang ia perlakukan dengan sangat baik dan sopan.

Jika kita ingin mempraktekkan hal tersebut, coba kita pergi ke warung/pasar/toko yang penjualnya sangat ketus terhadap pembeli, pasti kita enggan kesana lagi. Hal tersebut sama seperti yang akan dilakukan orang lain bila mereka menilai kita sebagai orang yang tidak ramah, ketus dan judes. maka tidak ada harapan rezeki akan datang.

6. Ramah Penakhluk Amarah

 

 

About Fitri Muslimah

Fitri Muslimah

Fatal error: Uncaught Exception: 190: Error validating application. Application has been deleted. (190) thrown in /home/kmmuny/public_html/wp-content/plugins/seo-facebook-comments/facebook/base_facebook.php on line 1273